Akik hantu oyot , sebenarnya bermotif akar yang menyerupai "monster akar" yang sedang berdiri. Dari sinilah LOKAJAYA terinspirasi untuk membahas tentang gangguan jin yang disebabkan oleh hantu oyot (akar) mimang.
Gangguan gaib akan terjadi, saat seseorang yang tanpa sengaja menginjak atau melompati oyot (akar) tersebut.
Orang yang kena pengaruh Oyot Mimang , perjalanannya akan terus berputar-putar di tempat yang sama. Tapi ia merasa berjalan ke tempat yang dituju.
Kejadian ini kebanyakan menimpa para pendaki gunung. Suatu ketika Hari (41) pecinta alam asal Bratang Surabaya ini melakukan pendakian di gunung Arjuna. Dia mewanti-wanti (BERPESAN) pada teman-teman sesama pendaki dalam menjaga prilaku dan perkataannya. Sebab , kemalangan bisa saja terjadi bila sang" penghuni" kawasan gunung itu marah. Dan tau-tau tersesat dihutan.
Hal ini dikatakan akibat kesambet makluk ghaib atau mungkin telah melangkahi oyot mimang tersebut.
Efeknya, si korban akan tersesat karena hanya berputar-putar di sekitar lokasi. (lk)
is”. Di
lereng-lerengnya bertebaran puluhan situs purbakala warisan jaman
Majapahit. Kawasan hutannya diberi nama Hutan Lindung Arjuno Lali Jiwo.
Artinya kira-kira “Lupa dengan Dirinya”. Masyarakat setempat mengenal
fenomena “Oyot mimang”. Bila pendaki terkena “Oyot Mimang” maka yang
bersangkutan akan “Lupa Diri” dan akan tersesat karena hanya
berputar-putar di sekitar lokasi. Fenomena ini sebenarnya mungkin adalah
gejala akibat hipotermia, kelelahan atau kelaparan sehingga tak sadar
atau halusinasi. Tidak perlu dirisaukan asal pendaki benar-benar
mempersiapkan diri dengan baik Termasuk “menjaga diri dan hati”. Selalu
bertingkah laku dan bertutur kata sopan saat di gunung. Termasuk tidak
merusak hutan, memetik Edelweiss dan meninggalkan sampah. Jangan
sombong ingin menakhlukan gunung. Gunung didaki bukan untuk ditakhlukan
tetapi lebih untuk mensyukuri nikmat dan mendekatkan diri pada Sang
Pencipta. Sejak tayangan film 5 cm, gunung semakin diminati anak muda
untuk didaki. Memang, jangan ditunda lagi untuk daki gunung, menikmati
kekayaan Nusantara yang merupakan bagian penting dari Indonesia Travel.
Selamat
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/sepenggal-cerita-daki-gunung-ijen-dan-penanggungan_552b6db46ea8348d4b8b4567
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/sepenggal-cerita-daki-gunung-ijen-dan-penanggungan_552b6db46ea8348d4b8b4567
Tidak ada komentar:
Posting Komentar