Kamis, 11 Agustus 2016

AKIK SARANG BLORONG


Beberapa akik koleksi kami terdapat pula penampakan sosok wanita bertubuh ular (BLORONG). Bahkan secara detail pula tergambar berupa lokasi/sarang keberadaan makluk astral ini.Dialah Nyi Blorong menurut kepercayaan masyarakat Jawa diyakini keberadaannya. 

Konon Blorong adalah bawahan Kanjeng Ratu Kidul  sebagai  panglima tertinggi. Berbeda dengan Ratu Kidul yang welas asih , Nyi Blorong  malah sebaliknya.Dia tak jarang menyesatkan manusia. Penyesatan yang mereka lakukan adalah dengan memberikan pesugihan atau kekayaan dengan jalan yang sesat.

Bagi manusia yang terbawa nafsu, pesugihan nyi blorong ini tentu akan sangat menggiurkan. Dalam pesugihannya itu, Blorong selalu datang ke rumah orang yang memujanya. Ia kemudian akan meminta si empunya rumah untuk berhubungan badan dengannya dalam kamar khusus. Dalam kamar tersebut, si empunya rumah akan melihat  Blorong dalam wujud gadis cantik, namun jika ada yang mengintip, mereka akan melihat si empunya rumah tengah berhubungan badan dengan seekor ular raksasa.

Setelah melakukan ritual berhubungan badan, Blorong akan pergi dengan meninggalkan beberapa keping emas yang sebetulnya merupakan sisik ular miliknya. Sebagai ganti dari kekayaan yang diperolehnya dengan mudah, si empunya rumah memiliki kewajiban untuk memberikan tumbal anggota keluarganya. Seseorang yang ditunjuk menjadi tumbal akan mati dengan penyebab yang ada-ada saja.



Meski demikian tak jarang orang-orang  yang mengkufuri nikmat ALLAH malah menghamba pada perbuatan setan ini. Termasuk bersemedi ditempat – tempat yang disinyalir sebagai SARANG BLORONG agar bisa bertemu dengan makluk ini. NAUDZUBILLAH (LK/BBS)
 


AKIK DEWI NAWANG WULAN




INI dia  AKIK DEWI NAWANG WULAN.  Mungkin anda pernah mendengar nama  NAWANG WULAN, dia masih ada hubungannya dengan KANJENG RATU KIDUL. Perlu kita ketahui,  penguasa laut selatan (Ratu Kidul) mempunyai tiga saudara yakni : Ki Sapu Jagat, Dewi Nawang Wulan dan Dewi Nawangsih. Dan penampakan pada batu akik jasper hijau ini adalah Dewi NAWAN WULAN.

Dari sumber  literatur, disebutkan bahwa Dewi Nawang Wulan memiliki nama Lara Kidul Dewi Nawang Wulan. Ia merupakan ratu pada kerajaan kecil di masa Kerajaan Majapahit. Dewi Nawang Wulan merupakan keturunan dari kerajaan Melayu. Dia adalah menantu Bhre Wengker pada tahun 1456 sampai 1466.  Sedangkan Bhre Wengker sendiri adalah penguasa Kerajaan Wengker pada zaman Majapahit
. (lk/BBS)

Rabu, 10 Agustus 2016

AKIK KISAH KALIJAGA



Sungguh ini bisa dikatakan sebagai miracle stone , betapa tidak... telah muncul lagi sosok LOKAJAYA dan Sunan Bonang dalam batu Jasper. Dari penampakan gambar dalam batu sangat jelas, Sunan Bonang menjumpai LOKAJAYA .Dengan kata lain, ini adalah " akik berkisah " LOKAJAYA part 2.

Artinya, ini adalah fase lanjutan ketika sang LOKAJAYA harus menunggui tongkat Sunan Bonang bertahun-tahun dipinggir kali . Dan disinilah kesabaran LOKAJAYA teruji, justru dari sinilah beliau mendapatkan hidayah dari ALLAH. Serta penanda kewalian beliau, sehingga sang guru menjulukinya sebagai SUNAN KALIJAGA. (LK)

Minggu, 07 Agustus 2016

AKIK NAGA MARAH


Kali ini juga telah muncul Akik berbentuk liontin penampakan hewan melata yang biasa disebut NAGA . Dengan ekspresi marah, maka kami sebut AKIK NAGA MARAH. Akik bergambar ini sangat detail, asli bebatuan asal Pacitan tanpa disketsa apalagi digambar ulang.

Secara mitologi , sosok Naga adalah makluk yang menyerupai ular besar, berkepala mirip kuda , bertanduk dan berkaki mirip cakar elang. Konon menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, sosok ini benar-benar ada dan makluk ini sangat kuat terlebih semburan api di mulutnya dipercaya dapat menghanguskan bumi. Sehingga tak heran , NAGA sebagai simbol kekuatan dan kekuasaan yang hebat.

Namun dalam ISLAM , Hewan melata yang menyeramkan ini disebut DABBAH, yang munculnya sebagai pertanda semakin dekatnya HARI AKHIR (KIAMAT). Berulang kali kami (laskar LOKAJAYA) selalu mengulas tentang sosok NAGA atau DABBAH ini. Faktanya, kami selalu menemukan berbagai akik yang berpenampakan NAGA atau DABBAH, dan ini semua bukanlah suatu kebetulan. Bahwasannya...segala yang terlukis dialam ini adalah AYAT-AYAT ALLAH bagi kaum yang berpikir . (lk)

Sabtu, 06 Agustus 2016

AKIK BRAWIJAYA


Munculnya AKIK dengan sosok wajah Prabu Brawijaya , bukan hanya dikatakan sebagai AKIK FENOMENAL. Lebih dari  itu ,  ini adalah bukti - bukti kekuasaan Allah. Sepertihalnya sebuah kisah , AKIK BRAWIJAYA adalah sambungan “ akik berkisah” tentang kisah sufi yang berkaitan dengan LOKAJAYA (Sunan KALIJAGA). Seperti yang kita ketahui, Prabu Brawijaya V adalah raja terakhir Majapahit dan beliau ini membuktikan ke-Islamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat setelah bertemu LOKAJAYA (Sunan Kalijaga).



Inilah kisahnya, Brawijaya V adalah raja terakhir yang berkuasa di Majapahit. Dia naik tahta menggantikan ayahnya yang bernama Prabu Bratanjung.

Diakhir kekuasaannya sang raja yang bernama Bre Kertabhumi ini akhirnya konon memutuskan menjadi mualaf (masuk Islam) setelah mendapat nasihat dari Sunan Kalijaga.

Sebelum menjadi mualaf, Prabu Brawijaya V juga pernah menyatakan akan memeluk agama Islam saat menjamu tamunya Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Raja Cermain di Istana Majapahit saat masih berkuasa.

Kedua tamunya itu datang untuk mengenalkan agama Islam kepadanya, dalam rombongan itu ada Dewi Sari, putri Raja Cermain yang cantik jelita.

Mendengar penjelasan para tamunya, Brawijaya V pun bersedia menjadi mualaf asalkan bisa menikahi Dewi Sari yang berwajah cantik dan elok. 

Sang Prabu Brawijaya V kala itu seperti tertusuk belati yang tajam ketika pandangan matanya tertuju kepada Dewi Sari yang mengenakan pakaian kerudung.

Sehingga pengetahuan mengenai Islam yang disampaikan Syekh Maulana Malik Ibrahim ulama besar asal Turki itu hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri.

Syekh Maulana Malik Ibrahim ketika itu langsung menasihati Raja Majapahit tersebut agar mengurungkan niatnya menjadi pemeluk Islam.

Upaya untuk mengislamkan Prabu Brawijaya V ini pun juga dilakukan keluarganya sendiri mulai dari permaisurinya, Ratu Dewi Dwarawati yang merupakan seorang muslimah hingga anak-anaknya sendiri dan para selirnya yang beragama Islam.


Bahkan menantu sang raja yang tergolong ulama besar Raden Rahmat alias Sunan Ampel (suami Dewi Chandrawati) juga tak mampu meluluhkan ketegaran Brawijaya V untuk mempertahankan agama lamanya.

Selain itu ulama besar dari Bukhara (Rusia Selatan) Syekh Jamaluddin Jumadil Kubra juga pernah mencoba berdakwah kepada sang Raja Majapahit, namun tetap saja tak berhasil.

Termasuk upaya yang dilakukan putra mahkotanya sendiri Raden Arya Damar (Adipati di Palembang) yang juga gagal mengislamkan Brawijaya V. 

Konon ketegaran Prabu Brawijaya juga disebabkan saktinya dua penasihatnya Sabda Palon dan Naya Genggong yang selalu mendampinginya dan mencegahnya untuk masuk Islam. 

Masuk Islam dihadapan LOKAJAYA

Bukan suatu kebetulan,  LOKAJAYA (SUNAN KALIJAGA ) adalah menantu Sunan Ampel karena menikahi Dewi Khafshah, putri Sunan Ampel dengan Dewi Chandrawati. Dengan kata lain, LOKAJAYA juga masih cucu Sang Prabu Brawijaya V.
LOKAJAYA masih memantapkan niat Raja Majapahir tersebut dengan berkata, " Wahai Gusti Prabu, jika Gusti Prabu meminta dipotong rambutnya, maka hendaknya berniat lahir dan batin akan mengucapkan kalimah syahadat yang berarti masuk Islam. Sebab, jika niat Gusti Prabu hanya lahirnya saja, tentu rambut Gusti Prabu tidak mempan saya potong," ujar LOKAJAYA. 

Karena sebagai Raja Majapahit yang gemar melakukan tapa brata Sang Prabu dikenal sakti mandraguna.

"Kamu masih belum percaya padaku, Ngger Said (LOKAJAYA.red), percayalah aku benar-benar telah lahir dan batin berniat memeluk agama Islam, " ujar Prabu Brawijaya.

Lalu LOKAJAYA berhasil mencukur rambut Sang Prabu Brawijaya V. Setelah itu Sang Prabu mandi besar sebagai isyarat kesungguhan memeluk Islam.

LOKAJAYA pun membimbing Prabu Brawijaya V untuk mengucapkan kalimah syahadat. Dengan mengucapkan kalimah syahadat berarti Sang Prabu benar-benar telah memeluk Agama Islam. Wallahu alam. (lk /bbs)


Sabtu, 30 Juli 2016

AKIK RONGGENG


Jujur ini adalah akik RONGGENG…Bukan yang lainnya. Tanpa rekayasa , gambaran sosok penari ronggeng ada dalam batu berjenis jasper Picasso ini. Meski hanya terdiri tiga warna, putih, coklat muda dan coklat tua, kami tidak men-sketsanya menjadi sosok lain (nyi roro Kidul,misalnya). 

Karena Indonesia pernah kecolongan, akibat ulah LOSER. Betapa tidak, yang seharusnya akik bergambar ronggeng itu “ dimanipulasi” diatas kanvas yang seakan-akan menjadi tokoh NYAI RORO KIDUL. Padahal tokoh penguasa pantai selatan ini adalah RATU dan bukan seorang PENARI. 



Ronggeng adalah sebutan bagi seorang penari wanita yang ngamen di sebuah lapangan atau di pinggir-pinggir jalanan. Secara umum ronggeng berarti wanita yang tugasnya menari dan bernyanyi di arena seni rakyat. Sebutan ronggeng secara khusus hanya ditujukan kepada wanita yang bersedia menari dengan sembarang pria dengan harapan memperoleh imbalan sekedarnya.

Ronggeng memang merupakan penari wanita yang mempertunjukkan tariannya untuk mendapatkan upah. Hal ini sesuai dengan kata rong-ga-ing. Rong artinya gerong, yakni bentuk nyanyian Jawa Tengah. Ga artinya menari,ngalaga (memperlihatkan kebolehan) dan “ing”artinya “pada”. Jadi, ronggeng itu adalah wanita yang membawakan tarian dan nyanyian pada seni tayub perti didaerah Jawa pada umumnya. (lk)
 


AKIK SARANG NAGA


Sungguh.. !! hanya Tuhan pemilik alam semesta ini menunjukkan Tanda-Tanda KebesaranNya. Ini lagi buktinya ,Munculnya AKIK SARANG NAGA dalam bentuk suiseki ini bagi orang awam diartikan gambar kumpulan ular besar yang lazimnya disebut naga ini adalah " hal biasa" dalam batu bergambar. Padahal secara rinci Allah SWT telah menunjukkan warning-NYA dalam Al Qur'an sebagai Dabbah yakni hewan melata yang muncul dalam bumi sebagai TANDA KIAMAT.

Bisa jadi batu akik seberat 1,80 KG ini isyarat " AKHIR JAMAN " munculnya sekelompok hewan melata ( dabbah ) tersebut. Dan secara gamblang ALLAH berfirman tentang makluk melata ini :

Firman Allah, “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82).

Bisa saja ayat ini ditafsirkan bahwa binatang yang dikenal sebagai Dabbah mampu berbicara dengan manusia sebagaimana Allah maha menciptakan segala sesuatu. Kalaupun binatang ini tidak berbicara mungkin dia membawa pesan-pesan ilahiah sehingga manusia menyimpulkan dari pesan-pesan yang dibawanya bahwa orang-orang jaman dulu atau sebelumnya tidak beriman kepada Allah sehingga mereka telah diazab.

Di antara sifat binatang yang dijadikan oleh Allah sebagai salah satu Tanda Kiamat adalah bentuk dan perbuatannya yang lain dari biasanya, ia bisa berbicara dan berdialog dengan manusia dan dia memberi cap iman atau kufur kepada mereka.Ada yang mengatakan bahwa DABBAH adalah Jassasah yang ada di laut Qalzam sang pengawal DAJJAL. Walllahu Alam .(lk/bs)